Perbedaan Akuntansi dan FiskalAkuntansi mengakui seluruh pendapatan yang diterima oleh perusahaan selama periode pembukuan dalam laporan laba ruginya

Perbedaan Akuntansi dan FiskalAkuntansi mengakui seluruh pendapatan yang diterima oleh perusahaan selama periode pembukuan dalam laporan laba ruginya. Sedangkan, fiskal hanya mengakui pendapatan selain pendapatan yang dikenakan pajak final dan pendapatan bukan objek pajak. Contoh pendapatan yang dikenakan pajak final adalah pendapatan yang diperoleh atas sewa tanah atau bangunan. Contoh pendapatan yang bukan objek pajak adalah pendapatan atas penyertaan saham di perusahaan lain dengan kepemilikan lebih dari 25%.
Akuntansi mengakui seluruh beban yang harus ditanggung oleh perusahaan selama periode pembukuan. Sedangkan, pajak hanya boleh mengakui beban yang terkait dengan kegiatan mendapatkan, menagih, dan memelihara (3M) penghasilan. Oleh karena itu seluruh beban yang terjadi diluar kegiatan 3M penghasilan harus dikoreksi. Contoh beban yang perlu dilakukan koreksi pajak adalah beban atas natura, beban sumbangan yang bukan untuk sumbangan atas bencana nasional, beban sanksi perpajakan., beban yang sifatnya reimburse.
Masa manfaat aset menurut akuntansi ditentukan berdasarkan estimasi perusahaan terkait umur ekonomis dari aset tersebut. Sedangkan, di dalam pajak masa manfaat aset sudah ditentukan berdasarkan kelompok aset yaitu kelompok I dengan masa manfaat 4 tahun, kelompok II dengan masa manfaat 8 tahun, kelompok III dengan masa manfaat 16 tahun, kelompok IV dengan masa manfaat 20 tahun, kelompok bangunan permanen dengan masa manfaat 20 tahun, dan kelompok bangunan non permanen dengan masa manfaat 10 tahun.

Secara akuntansi perusahaan dapat menggunakan metode garis lurus, saldo menurun ganda, sum of the year, unit of activity dalam menyusutkan aset tetapnya. Sedangkan, pajak hanya mengakui dua metode penyusutan yaitu garis lurus dan saldo menurun ganda. Namun, untuk bangunan permanen hanya dapat disusutkan dengan metode garis lurus.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dalam menghitung penyusutan, secara akuntansi nilai residu dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan besarnya nilai yang dapat di depresiasi. Sedangkan, pajak dalam mengitung penyusutan tidak mengakui adanya nilai residu dari aset tersebut.
Akuntansi mengakui penyusutan secara penuh atas aset yang disusutkan. Sedangkan, pajak dapat mengakui penyusutan hanya 50% dari nilai penyusutan akuntansi jika aset tersebut digunakan untuk kepentingan pemilik/pengelola perusahaan (direktur).

Secara akuntansi metode pencatatan persediaan dapat menggunakan metode FIFO, weighted average, dan LIFO (IFRS tidak mengizinkannya). Sedangkan secara pajak metode pencatatan persediaan yang diperbolehkan hanya FIFO dan weighted average.

Akuntansi dapat melakukan revaluasi kapan saja jika terdapat indikasi bahwa terdapat perbedaan nilai antara nilai buku dengan nilai wajar. Sedangkan, pajak hanya memperbolehkan revaluasi atas aset tetap maksimal dilakukan 5 tahun sekali.
Metode penghapusan piutang yang diperbolehkan dalam akuntansi adalah metode langsung dan metode pencadangan sedangkan pajak hanya memperbolehkan metode langsung dalam penghapusan piutang. Piutang yang dapat dihapus menurut pajak harus memenuhi kriteria berikut ini:
Telah dibebankan dalam laporan keuangan.

Telah dibuat daftar penghapusan piutang tak tertagih dan sudah diserahkan ke KPP setempat.

Telah diserahkan perkaranya ke pengadilan, diumumkan di media massa, atau dibuat perjanjian tertulis.

Untuk debitor dengan piutang dibawah 5.000.000 tidak harus memenuhi kriteria poin ketiga.

Secara akuntansi goodwill sebagai aset tidak berwujud tidak boleh diamortisasi. Sedangkan, menurut pajak goodwill dapat diamortisasi jika diperoleh dari pembelian perusahaan.
Secara akuntansi penyusutan (deplesi) atas sumber daya alam berupa kekayaan hutan dilakukan dengan metode unit of activity (sesuai unit yang diperoleh pada periode tersebut). Sedangkan, menurut pajak penyusutan (amortisasi) atas sumber daya alam berupa kekayaan hutan dilakukan dengan metode unit of activity dengan maksimum penyusutan setiap periodenya adalah 20%.