Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah kemampuan atau kekuasaan untuk mengatur suatu ‘usaha’

Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen adalah kemampuan atau kekuasaan untuk mengatur suatu ‘usaha’, serta bertanggung-jawab atas keberhasilan dan kegagalannya. Manajemen bila dikaitkan dengan mutu adalah manajemen yang dipusatkan pada kualitas, difokuskan pada pelanggan, berdasarkan pada fakta, didukung oleh tim, dengan proses yang dipimpin oleh manajer senior untuk mencapai suatu strategi organisasi yang penting melalui peningkatan proses yang terus menerus yang bergantung pada pengalaman keahlian dan komitmen/tanggung-jawab semua anggota dari suatu organisasi untuk meningkatkan proses dalam melayani pelanggan.
Selanjutnya, pengertian mutu tidak terlepas dari konsep-konsep dasar mutu yang tercakup dalam “guru mutu” (quality gurus). Kunci definisi mutu adalah berorientasi kepada pelanggan. Hal ini diutarakan oleh guru mutu E.Deming, yang mendefinisikan mutu sebagai “memenuhi harapan pelanggan”. Deming, Sailis (1993) merupakan tokoh yang mempelopori manajemen mutu.
Deming juga menyatakan bahwa upaya memenuhi harapan pelanggan tersebut tidak berarti dicapai dengan cara yang sama melainkan bervariasi dan tetap terkontrol. Di sisi lain, menurut Edward Sallis mutu dapat digunakan sebagai konsep yang bersifat absolut dan sekalius relatif. Sebagai konsep yang bersifat absolut, mutu ditujukan kepada produk barang atau layanan yang berstandar tinggi atau “elit” dan tidak dapat diungguli karena sempurna, menjadi atribut bagi pemakai, serta memberi nilai “beda” terkait dengan status orang-orang yang dapat meiliki atau menikmatinya. Sedangkan mutu juga sebagai suatu konsep yang relatif, muncul dari produk barang atau layanan sendiri. Berikut adalah visualisasi siklus mutu yang digagas oleh Deming:

The Deming Cycle proceeds as follows: (1) Conduct consumer research and use it in planning the product (plan); (2) Produce the product (do); (3) Check the product to make sure it was produced in accordance with the paln (check); (4) Market the product (act); (5) Analyze how the product is received in the marketplace in terms of quality, cost, and other criteria (analyze).

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Dari siklus Deming di atas terlihat bahwa tahapan utuk memproduksi suatu produk/jasa dimulai dari tahapan perencanaan sampai dengan tahapan menganalisa hasil dari produk/jasa tersebut (plan, check, act, analyze), siklus ini terus berjalan dan saling berpengaruh antara satu-sama lainnya. Sehingga dapat difahami bahwasannya Siklus PDAC dimulai dari perencananaan perbaikan proses (plan), mengerjakan perbaikan tersebut (do), memeriksa proses perbaikan dan hasil perbaikan tersebut (check), mengerjakan modifikasi dari perbaikan seandainya ada (act).
Mutu atau kualitas sulit untuk didefinisikan, akan tetapi dapat dan mudah untuk dirasakan, misalnya seorang konsumen yang mengalami kesulitan dalam mendefinisikan mutu suatu produk, tetapi ia akan tahu saat atau setelah menggunakannya. Pengertian mutu juga sangat tergantung dari peran orang yang mendefinisikannya, sehingga terkadang memiliki penafsiran berbeda untuk menggambarkan kualitas produk atau pelayanan tertentu meskipun saat dipakai atau digunakan sekalipun, makna mutu juga dapat berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Hingga saat in, tidak ada definisi yang universal dari mutu.
Definisi yang relatif ini memiliki dua aspek. Pertama, dikatakan bermutu apabila sesuai dengan standar atau spesifikasi yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuan atau peruntukannya. Seringkali standar ini dilihat dari sisi sang produsen, karena telah memenuhi spesifikasi awal secara konsisten. Konsep seperti ini seringkali dikatakan mutu yang sesungguhnya (quality in fact). Kedua, mutu juga dapat ditetapkan bila sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat memuaskan keinginan pelanggan atau (quality in perception). Pelanggan yang menentukan apakah produk atau layanan itu bermutu atau tidak, sesuai dengan yang dirasakannya (perceived quality).
Sallis mengemukakan mutu adalah sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan pelanggan. Mutu bagi seseorang berbeda dengan orang lain, mutu itu diukur dengan kepuasan terhadap produk. Lebih lanjut, pengertian kualitas atau mutu menurut Sallis dapat dilihat juga dari konsep secara absolut dan relatif, dalam konsep absolut sesuatu (barang) disebut berkualitas bila memenuhi standar tertinggi dan sempurna.
Mutu sebagai konsep sebenarnya di mulai dari industri, Quality menjadi sebuah isu yang diadopsi sebagai pendekatan ilmu baru yang diperkenalkan oleh F.W. Taylor. Menurut Karnataka, mutu pendidikan mencakup aspek-aspek berikut:
“Well-maintained buildings, outstanding teacher, high moral
values; excellent examination result, specialization, the support of parents, business and local community, plentifull resources, the application of the lates technology, strong and purposeful leadership, the care and concern for pupils and students, a well-balanced curriculum,or some combination of these factors.”
Mutu pendidikan mencakup aspek-aspek: Bangunan yang terawat baik, guru yang luar biasa, nilai moral yang tinggi, hasil nilai yang sangat baik, pengkhususan, dukungan orang-tua, perusahaan dan masyarakat sekitar, sumber daya yang melimpah, penggunaan teknologi terkini, kepemimpinan yang kuat dan terarah, peduli dan perhatian kepada siswa, kurikulum yang seimbang, atau kombinasi dari beberapa faktor tersebut.
Vincent mengungkapkan Manajemen mutu (Quality Management) atau manajemen kualitas terpadu (Total Quality Management = TQM) didefinisikan sebagai suatu cara untuk meningkatkan performansi secara terus menerus (Continuous Performance Improvement) pada setiap level operasi atau proses,dalam setiap area fungsional dari suatu organisasi, dengan menggunakan semua sumber daya manusia dan modal yang tersedia. Manajemen mutu menurut Juran dalam Vincent dikenal dengan trilogi mutu, yaitu perencanaan mutu (quality planning), pengendalian mutu (quality controf) dan peningkatan mutu (quality improvement).
Karnataka dalam National Assesment and Accreditation Council (NAAC) menyebutkan pula :
Quality is generally defined as conformance to requirements, Total Quality Management is a people driven process, total quality refers not only to the product but also to the way the product process.
Kualitas secara umum didefiniskan sebagai kesesuaian dengan persayaratan. Manajemen Kualitas Menyeluruh (TQM) adalah proses yang didorong oleh manusia, total kualitas tidak hanya mengacu pada hasil produk akan tetapi juga pada bagaimana cara memproses produk tersebut.
Lebih lanjut NAAC menguraikan Elemen dari TQM yakni:
1) Customer Focus its important to focus on the customer, both internal and external 2) Employee involvement people at all levels make up an organisation and their full involvement enables their abilities to be used for an institutions benefit. 3) Continuous Improvement there is a beginning to the process of TQM but there is no end 4) Universal Responsibility 5) A Sustained Management Commitment to Quality 6) Addressing Deficiencies 7) Quality Measurement 8) Benchmarking 9) Value Improvement 10) Training.
Elemen TQM 1) Fokus Pelanggan, adalah penting untuk berfokus pada pelanggan, baik internal dan eksternal 2) Keterlibatan karyawan pada semua tingkatan organisasi, dengan keterlibatan penuh tersebut mereka dapat mengerahkan kemampuannya yang bermanfaat bagi organisasi 3) Perbaikan secara terus-menerus, ada awal proses tetapi tidak ada akhir 4) Tanggung jawab universal 5) Komitmen manajemen yang berkelanjutan pada kualitas 6) Mangatasi kekurangan 7) Ukuran mutu 8) Standarisasi 9) Perbaikan nilai 10) Pelatihan.
Manajemen mutu menurut Juran dalam Vincent dikenal dengan trilogi mutu, yaitu perencanaan mutu (quality planning), pengendalian mutu (quality controf) dan peningkatan mutu (quality improvement).
Dari definisi beberapa konsep manajemen mutu di atas, dapat disintesiskan bahwa manajemen mutu digambarkan sebagai sebuah filosofi dan pedoman yang menjadi dasar perbaikan/peningkatan organisasi secara berkelanjutan. Strategi manajemen mutu tidak hanya dapat memberikan jaminan akan kualitas produk atau layanan bagi kepuasan pelanggan, namun juga mampu meningkatkan kinerja organisasi. Manajemen mutu menanamkan nilai-nilai kualitas dan layanan pelanggan agar dapat menghasilkan disiplin diri dan kontrol. Namun, apapun penekanan, semua kritik muncul yakin bahwa TQM meningkatkan ruang lingkup dan keragaman pengendalian manajemen. Manajemen mutu memiliki tiga komponen utama: pengendalian mutu, jaminan mutu dan perbaikan mutu. Diketahui bahwa, konsep “Total Quality Management” atau Manejemen Mutu Terpadu (TQM) dalam dunia industri sudah lebih dahulu berkembang dimana penerapannya dalam banyak hal telah menunjukkan hasil yang menakjubkan. Saat ini konsep tersebut telah diterapkan di dunia pendidikan, khususnya pada universitas-universitas yang menerapkan konsep mutu berkelanjutan.
Dapat dipahami pula bahwa, manajemen mutu pada dasarnya berfokus pada perbaikan terus menerus untuk memenuhi kepuasan pelanggan, dalam konteks manajemen pendidikan, penyempurnaan dan pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penataan fasilitas serta sarana pembelajaran, tidak akan terlalu membawa